Hostname adalah identitas yang ditampilkan oleh sebuah server. Nama ini biasanya terlihat pada prompt terminal, log sistem, hasil monitoring, dan berbagai proses administrasi. Mengubah hostname dapat membantu membedakan server production, staging, database, maupun mesin untuk pengujian.
Panduan ini ditujukan untuk VPS yang menggunakan distribusi Linux modern berbasis systemd, seperti Ubuntu, Debian, Rocky Linux, AlmaLinux, dan CentOS Stream. Contoh perintah dapat dijalankan melalui koneksi SSH dengan akun yang memiliki akses sudo.
Persiapan
Sebelum mengubah hostname, siapkan nama yang singkat tetapi tetap menjelaskan fungsi mesin. Pola seperti web-prod-01, api-stg-02, atau db-primary-01 biasanya lebih mudah dipahami daripada nama acak.
Sebaiknya hostname:
- ditulis dengan huruf kecil
- tidak memakai spasi
- menggunakan huruf, angka, dan tanda hubung secara wajar
- tidak diawali angka
- konsisten dengan pola penamaan server lain
- tidak terlalu panjang
Jika server perlu dikenali melalui domain, Anda dapat memakai nama lengkap seperti web01.example.com. Namun, untuk kebutuhan administrasi internal, hostname pendek sering kali sudah memadai. Prinsip penamaan yang mudah dibaca dan tidak membingungkan.
Pastikan nama baru tidak sedang digunakan oleh host lain dalam jaringan atau cluster yang sama. Perubahan nama pada server yang terdaftar di monitoring, inventory, cluster, atau sistem otomasi mungkin memerlukan pembaruan di layanan-layanan tersebut.
1. Catat nama lama dan periksa kondisi server
Sebelum melakukan perubahan, periksa hostname yang sedang aktif. Perintah paling sederhana jalankan:
hostname
Untuk melihat informasi yang lebih lengkap, jalankan:
hostnamectl status
Pada sistem berbasis systemd, hasil tersebut dapat menampilkan beberapa jenis hostname, termasuk static, transient, dan pretty hostname. Static hostname disimpan secara permanen di /etc/hostname dan umumnya menjadi nama yang dipakai oleh layanan sistem.
2. Terapkan hostname baru dengan hostnamectl
Gunakan format berikut dan ganti nilai contohnya dengan nama pilihan Anda:
sudo hostnamectl set-hostname hostname-baru
Perintah ini mengubah nama host secara permanen. Anda tidak perlu mengedit /etc/hostname secara manual karena hostnamectl akan menangani konfigurasi tersebut pada sistem yang memakai systemd.
Untuk memastikan nilai yang tersimpan sudah benar, gunakan salah satu perintah berikut:
hostname
atau
hostnamectl status --static
3. Sesuaikan /etc/hosts bila diperlukan
Perubahan hostname OS tidak selalu berarti semua aplikasi langsung dapat menemukan nama baru. Pada banyak konfigurasi Linux, pemetaan nama lokal juga ditulis di /etc/hosts.
Buka file tersebut dengan editor yang tersedia, misalnya:
sudo nano /etc/hosts
Cari entri yang masih menggunakan nama lama. Contohnya:
Plain Text
127.0.1.1 hostname-lama
Ubah menjadi:
Plain Text
127.0.1.1 hostname-baru
Jangan menghapus entri 127.0.0.1 localhost jika baris tersebut memang ada dan masih dibutuhkan oleh sistem. Pada server tertentu, format /etc/hosts dapat berbeda. Karena itu, pertahankan alamat IP dan alias lain yang sudah digunakan aplikasi; ubah hanya nama host yang relevan.
Langkah ini penting terutama bila ada layanan yang melakukan resolusi nama lokal saat startup. Ketidaksesuaian antara hostname sistem dan /etc/hosts dapat memicu peringatan, jeda saat menjalankan perintah tertentu, atau masalah pada aplikasi yang bergantung pada resolusi nama.
4. Verifikasi tanpa langsung melakukan reboot
Dalam banyak kasus, hostname baru sudah aktif setelah hostnamectl dijalankan. Periksa kembali dengan:
hostnamectl
Kapan server perlu direboot?
Reboot tidak selalu wajib hanya untuk mengganti hostname. Namun, reboot dapat dipilih jika Anda ingin memastikan seluruh service membaca konfigurasi baru sejak awal boot:
sudo reboot
Pastikan tidak ada proses penting yang sedang berjalan sebelum menjalankan perintah tersebut. Jika VPS melayani website, database, atau aplikasi produksi, lakukan reboot pada jadwal pemeliharaan dan cek kembali layanan setelah server kembali online.
Ringkasan perintah
Melihat hostname saat ini
hostname
hostnamectl status
Mengubah hostname secara permanen
sudo hostnamectl set-hostname hostname-baru
Memastikan nilai yang tersimpan
hostnamectl status --static
Membuka pemetaan nama lokal bila perlu
sudo nano /etc/hosts
Reboot opsional
sudo reboot
Mengubah hostname Linux pada dasarnya cukup sederhana: pilih nama yang konsisten, terapkan dengan hostnamectl, periksa /etc/hosts, lalu verifikasi service yang berkaitan.